Hal-hal kecil seperti menyela, memberi saran sebelum diminta, atau menyepelekan masalah bisa merusak komunikasi. Kesalahan ini sering dilakukan tanpa sadar.
- Kerja: Seorang rekan kerja bercerita tentang tekanan deadline, namun lawannya langsung menjawab, “Ya semua orang juga sibuk kok,” tanpa empati. Akibatnya, rekan merasa diabaikan.
- Pertemanan: Ketika curhat, teman menjawab sambil main ponsel: “Ya udahlah, move on aja.” Kalimat ini menghapus validasi emosi.
- Bisnis: Dalam meeting klien, satu tim terlalu dominan bicara, memotong saat klien menjelaskan kebutuhan. Ini bisa merusak kesan profesional.
- Komunitas: Seorang anggota mengkritik program tanpa mendengar alasan di baliknya — akhirnya memicu konflik internal.
Kesadaran terhadap detail dalam komunikasi seperti nada suara, timing, dan empati sangat krusial menjaga hubungan tetap sehat.
